NEW PIECES

Mengenang Arnold Ap

Mengingat tersungkurnya Arnold Ap tiap 26 April adalah upaya mengingatkan diri bahwa Mambesak telah memberi bekal orang-orang Papua keberanian. Bukan hanya berani untuk berhadapan dengan kematian, namun juga berani hidup demi merawat harapan. Harapan untuk dapat bangkit dan memimpin dirinya sendiri, di tanahnya sendiri. Baca selengkapnya…

Mengapa Hari Bumi Kini Membosankan

Kita memadamkan listrik satu jam dalam setahun, berpura-pura mengurangi penggunaan plastik dan kertas, menipu diri bahwa sedang mengurangi polusi dengan jalan kaki atau bersepeda, atau sesekali menanam satu dua bibit pohon dan bernafas lega: kita telah menyelamatkan bumi. Karena kita menolak paham. Bahwa kerusakan bumi dan krisis iklim adalah persoalan struktural dan bukan aksi-aksi artifisial. Kita menolak tahu karena tidak ingin mengecewakan diri, bahwa sebentar lagi bumi akan musnah. Baca selengkapnya… 

Ramai-ramai Menyelamatkan Leuser

Leuser dipandang mendesak untuk mendapatkan sorotan internasional melalui gerakan global. Inisiatif yang didorong oleh orang-orang yang menyadari peran mereka dalam melindungi tempat luar biasa ini, dari kerusakan yang disebabkan oleh komoditas internasional seperti minyak kelapa sawit. Baca selengkapnya…

Blocking Papua from the Truth

As of 10 March, Suara Papua is online once again. But, despite the grand proclamations from government ministries and Presidential pledges for press freedom, it is no surprise that an increasingly intolerant Indonesia continues to block West Papua from the truth. Read more…

Kendeng Against Cement

Since March 13, 2017, over 50 local indigenous peasants known as Sedulur Kendeng, from Central Java, Indonesia, have been sitting with their feet in cement boxes in protest before the Presidential Palace. This is their second such protest in eleven months. Read more…