Selalu Ada Alternatif: Tentang Gerakan Pelajar Chile

Andre Barahamin

 

Chile tengah jadi sorotan di tahun-tahun belakangan.

Di Indonesia, kegembiraan menyebar dan meresapi banyak aktifis pelajar. Pemicu utamanya adalah keberhasilan gerakan pelajar Chile untuk memaksa pemerintah mereka menandatangani kesepakatan pembebasan biaya pendidikan di level perguruan tinggi. Di awal Desember 2014, Menteri Dalam Negeri Chile, Rodrigo Penailillo mengatakan bahwa pembebasan biaya tersebut akan diberlakukan mulai Maret 2016. Hal ini melengkapi komitmen pemerintahan Michele Bachelet, -di tengah protes pelajar yang berlarut-larut- untuk menganggarkan 8.3 juta dollar setiap tahun dalam rangka pembiayaan program reformasi pendidikan.[1]

Angka pembiayaan pendidikan targetnya diperoleh melalui subsidi silang dari penerapan tarif pajak sebesar 27% kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Chile. Upaya lainnya adalah penutupan celah pengemplangan pajak yang mungkin dilakukan orang-orang kaya. Kesepakatan tersebut akhirnya diambil oleh parlemen Chile pada 10 September 2014, di tengah menurunnya pamor Bachelet sebagai presiden. Mereka sepakat untuk meningkatkan beban pajak secara berkala selama empat tahun ke depan hingga mencapai batas yang ditetapkan oleh undang-undang tersebut.[2] Transformasi radikal tersebutlayaknya angin segar di tengah kenyataan buruknya pendidikan di negeri yang memiliki populasi 17.6 juta jiwa.

Lalu, apa pelajaran yang dapat diambil dari sukses gerakan pelajar Chile dalam memenangkan tuntutan krusial tersebut? Bagaimana peta dan sebaran ideologis gerakan pelajar di Chile secara umum dan sejarah perjuangan mereka yang menyita perhatian global yang terus berlangsung selama beberapa tahun terakhir? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, tulisan ini akan dibagi ke dalam dua bagian.

Bagian pertama adalah pemaparan secara khusus pada organisasi-organisasi yang berpengaruh terhadap dinamika internal gerakan pelajar dalam Federación de Estudiantes de la Universidad de Chile atau Federasi Pelajar Universitas Chile (FECh) yang berpusat di Universidad de Chile (Universitas Chile).[3] FECh menjadi penting untuk dibahas karena memiliki posisi strategis secara geo-politik karena berada di ibukota negara Santiago, memiliki catatan perjalanan gerakan yang terentang lebih dari seratus tahun sehingga hampir selalu terlibat dalam iven-iven politik penting di Chile, serta merupakan serikat yang progresif dan memainkan peran vital di dalam Confederacion de Estudiantes de Chile (Konfederasi Pelajar Chile) serta gelombang perlawanan pelajar Chile di tahun-tahun belakangan.

Bagian kedua akan memfokuskan diri secara singkat latar belakang ekonomi dan politik yang berkelindan dengan dunia pendidikan di Chile yang kemudian menjadi alasan-alasan mayor balik gelombang gerakan pelajar Chile. Latar belakang tersebut diharapkan dapat menjawab pertanyaan terkait poin-poin penting yang mungkin dapat digunakan untuk menarik pelajaran-pelajaran penting yang dapat digunakan dalam praktik gerakan pelajar di Indonesia.

 

Sayap Kiri dalam FECh

Penting untuk dipahami bahwa sejarah gerakan pelajar di Chile memiliki karakter yang secara politik dan ideologi, berbeda dengan yang ada di Indonesia. Meski sama-sama merupakan korban dari kampanye melawan komunisme di masa Perang Dingin, gerakan revolusioner di Chile tidak mengalami tragedi penghancuran sistemati dan holistik seperti yang kita temukan di Indonesia. Praktek komunisme dan penyebaran Marxisme bukanlah aksi kriminal di Chile. Itu salah satu sebab mengapa preferensi politik dan ideologi yang dikategorikan ‘sayap kiri’[4] di dalam gerakan pelajar Chile begitu beragam. Kelompok-kelompok yang termasuk ‘sayap kiri’ inilah yang memiliki pengaruh siginifikan dalamFECh yang merupakan badan eksekutif pelajar di Universitas Chile.[5] Namun di tahun-tahun terakhir (2010-2014), ketika protes pelajar sedang mendidih, kelompok-kelompok sayap kiri inilah yang sangat mempengaruhi radikalisasi gerakan pelajar itu sendiri. Secara umum terdapatempat kelompok ‘sayap kiri’ yang sangat dominan perannya.

Kelompok pertama direpresentasikan oleh Juventudes Communistas de Chile (Pemuda Komunis Chile), atau biasa disingkat JJ.CC. Berdiri sejak 1932 dan berafiliasi dengan Partido Comunista de Chile (Partai Komunis Chile) atau PCC. JJ.CC sejak Oktober 2011 dipimpin oleh Karol Cariola, yang merupakan seorang alumnus sekolah bidan. Selain Cariola, salah satu tokoh terkemuka dari JJ.CC hari ini adalah Camilla Vallejo yang sempat menduduki jabatan sebagai presiden FECh periode 2010-2011. Sebelum Camila Vallejo memenangkan posisi presiden serikat FECh di tahun 2010, Julio Sarmiento yang juga berasal dari JJ.CC, sempat menjabat sebagai presiden FECh di periode sebelumnya.Victor Jara dan Pablo Neruda, juga merupakan aktifis JJ.CC semasa kuliah.

JJ.CC awalnya tidak memiliki pengaruh signifikan di periode-periode awal berdirinya FEc di tahun 1906. Setelah jatuh bangun pengorganisiran kelompok pelajar di lingkup Universitas Chile, JJ.CC nanti berhasil menduduki struktur FECh setelah sebelumnya sukses mengakhiri dominasi 12 tahun Serikat Pelajar Kristen Demokratik (DCU)[6] di tahun 1970. Hingga tiga tahun berikutnya, JJ.CC menguasai FECh melalui Alesandro Rojas Wainer (1970-1973). Kepemimpinan Wainer terinterupsi setelah FECh dibekukan Pinochet selama satu dekade (1973-1984). JJ.CC baru kembali menguasai tampuk kepemimpinan FECh di tahun 1995-1997 setelah Rodrigo Roco terpilih sebagai presiden federasi. Sejak itu JJ.CC terus menguasai FECh hingga tahun 2003.

Di tahun 1997, dua tahun setelah periode kepemimpinan Roco, JJ.CC mencatat sejarah setelah Marisol Prado terpilih untuk menduduki kursi presiden FECh. Prado menjadi perempuan pertama yang memimpin serikat pelajar ini sejak terbentuk di tahun 1906. Ini merupakan puncak karir politik Prado setelah sebelumnya selama dua periode menjabat sebagai sekretaris jendral FECh di bawah Roco. Setelahnya, JJ.CC kembali sukses menempatkan anggota-anggota mereka Ivan Mylnarz (1998-1999, 2000-2001), Alvaro Cabrera (1999-2000), Rodrigo Busto (2001-2002) dan Julio Lira (2002-2003) berturut-turut menjadi presiden FECh.

Tragisnya di bulan November 2005, nama-nama tersebut mendeklarasikan berdirinya Nueva Izquerda Universitaria atau Serikat Pelajar Kiri Baru (NIU). Pendirian NIU tidak lepas dari bentuk perlawanan politik Prado, Roco, Mylnarz, Busto, Cabrera dan Lira terhadap JJ.CC dan tentu saja partai komunis di belakangnya. Sebelum mengumumkan berdirinya NIU, para mantan presiden FECh tersebut secara bersamaan melepaskan keanggotaan mereka dalam PCC.

Kelompok ini kemudian beraliansi dengan kelompok otonomis dan sukses merebut kursi presiden FECh selama dua periode (2004-2006) ketika Nicolas Grau mempertahankan kemenangan Felipe Melo Rivara di tahun sebelumnya. Di tahun 2008 mereka kembali sukses menempatkan wakil mereka Federico Huneeus sebagai pucuk pimpinan FECh. Kemenangan Huneeus tidak lepas dari dukungan JJ.CC yang mengirimkan wakil mereka Julio Sarmiento sebagai sekretaris eksekutif. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi akhir dari aliansi politik NIU yang dibangun dengan kelompok otonomis dan awal dimulainya aliansi politik antara kedua kelompok kiri ortodoks yang disebut Estudiantes de Izquerdas (Aliansi Pelajar Kiri). Di pemilihan tahun berikutnya (2009), NIU membalas dukungan JJ.CC dengan ikut terlibat dalam pemenangan Sarmiento sebagai presiden. Sebagai gantinya NIU mendapatkan posisi sekretaris eksekutif yang dipegang Camila Cea. Tahun berikutnya, NIU kembali berada di belakang Camila Vallejo yang merupakan kandidat dari JJ.CC ketika ia sukses merebut kursi presiden FECh.

Namun aliansi antara dua kelompok Leninis ini akhirnya pecah dan berakhir di tahun 2011, ketika Vallejo mencalonkan diri kembali. Perpecahan ini disebabkan oleh ketidakpuasan NIU terkait pembagian peran dalam federasi semasa Vallejo berkuasa.[7] Ketidakpuasan ini kemudian mendorong NIU untuk menarik dukungan dari JJ.CC dan berjalan sendiri di pemilihan Desember 2011 dengan mengusung Cristóbal Lagos sebagai kandidat presiden. Lagos sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Komunikasi di tahun sebelumnya.

Di kubu otonomis, terdapat Izquerda Autonoma (Kiri Otonom) yang lahir pertama kali di tahun 2010. Izquerda Autonoma (IA) merupakan hasil merger antara berbagai kolektif seperti Estudiantes Autonomos (Pelajar Otonom) yang berbasis di Fakultas Hukum, Movimiento Autonomista Libertario (Gerakan Otonomis Libertarian) yang beroperasi di Fakultas Ilmu-ilmu Sosial, dan beberapa kelompok lain di luar Universitas Chile. Selain di kota Santiago, IA juga terdapat diIquique, Valparaíso, Valdivia dan Punta Arenas. Saat tulisan ini dibuat, presiden mahasiswa di Universidad Arturo Prat, Universidad de Antofagasta, Pontificia Universidad Catolica de Valparaiso, Universidad Catolica de la Santisima Concepcion dan Universidad de Tarapaca, semuanya berasal dari kubu Izquerda Autonoma.

Namun sejarah IA tidak dapat dipisahkan dari gerakan otonomis Movimiento SurDa yang berdiri pada tahun 1993di Universitas Chile. SurDa berpusat di Fakultas Ilmu-ilmu Sosial danterlibat aktif dalam gerakan pelajar tahun 1997. SurDa juga ikut terlibat gelombang pelajar yang menolak Ley Marco de la Educación Superior (Rancangan Undang-undang Perguruan Tinggi).[8] Dersama dengan JJ.CC, SurDa juga terlibat aktif dalam upaya revitalisasi FECh di akhir 1992 setelah mengalami periode depolitisasi dan demobilisasi setelah dipimpin oleh kelompok moderat kristen DCUdan kelompok sosialis reformis Juventud Socialista de Chile (Pemuda Sosialis Chile)[9] selama satu dekade (1984-1992).

Tahun 2005, adalah awal di mana SurDA dan kelompok otonomis lain mulai mengambil peran dan terlibat di dalam FECh. Ditandai dengan terpilihnya Victor Orellana sebagai Sekretaris Jendral FECh. Tahun berikutnya, Giorgio Boccardo terpilih sebagai Menteri Komunikasi FECh. Hingga kemudian berpuncak pada kemenangan Boccardo sebagai presiden FECh di tahun 2006. Tahun-tahun berikutnya, SurDa semakin kehilangan pamor hingga kemudian populer kembali seiring terjadinya pemogokan di Fakultas Hukum Universidad de Chile. Pemogokan yang diorganisiri oleh Estudiantes Autonomos tersebut berlangsung selama 43 hari dan sukses memaksa dekan fakultas Roberto Nahum untuk mundur.[10] Pemogokan tersebut melambungkan nama Gabriel Boric dan praktik-praktik otonomis di kalangan mahasiswa di Universitas Chile.

Di tahun 2010, Francisco Figueroa, seorang otnomis dan mahasiswa jurnalistik yang didukung oleh front luas antara otonomis dan anarkis-libertarian, hampir mengalahkan Camilla Vallejo dengan dalam pemilihan presiden FECh dengan hanya berselisih 79 suara. Figueroa kemudian menjadi Sekretaris Jendral FECh dan menjadi kritikus paling lantang terhadap kepemimpinan Vallejo, terutama menyoal hubungan FECh dengan serikat pelajar lain dalam koalisi. Figueroa juga adalah salah satu orang yang membuka skandal korupsi Vallejo ke publik. Korupsi tersebut terkait skandal perjanjian gelap antara Vallejo secara pribadi dengan menggunakan nama FECh dengan sebuah perusahaan penyedia jasa kursus pra-universitas senilai 50.000 USD.[11] Kontrak ini kemudian dibatalkan oleh Boric sesaat setelah memenangkan pemilihan di tahun 2011.[12]

Konsistensi kritik tersebut serta keberhasilan Figueroa membongkar skandal korupsi kemudian berhasil diartikulasikan dalam bentuk front politik yang sukses menghadang pencalonan diri Vallejo untuk kembali menduduki jabatan presiden federasi. Gabriel Boric, kandidat yang diusung oleh Izquerda Autonoma dan merupakan salah satu tokoh dalam pemogokan di Fakultas Hukum, terpilih sebaga presiden FECh di tahun 2011. Sukses Boric dianggap sebagai kemenangan strategi yang diinisiasi pada pertengahan tahun 2010 oleh Izquerda Autonoma dengan membentuk aliansi politik yang disebut Creando Izquerda. Aliansi ini bertujuan untuk menghadang dominasi JJ.CC di dalam tubuh FECh. Aliansi ini juga yang kemudian di tahun 2012 sukses menghantarkan Andres Fielbaum sebagai presiden. Kandidat mereka Sebastian Aylwin sempat kalah di pemilihan tahun 2013 namun kembali memenangkan pertarungan di tahun berikutnya. Pada pemilihan di tahun 2015, Izquerda Autonoma berhasil mengusung Valentina Saavedra sebagai presiden FECh sekaligus menjadi perempuan keempat dalam sejarah serikat tersebut.

Perbedaan mendasar antara Izquerda Autonoma kelompok kiri tradisional (yang direpresentasikan oleh JJ.CC dan NIU) adalah penolakan terhadap konsep yang memberikan hak elitis kepada sekelompok orang dalam bentuk partai pelopor (vanguard) Leninisme seperti keyakinan partai-partai komunis di seluruh dunia. Izquerda Autonoma memberi penekanan pada konsep mengenai hegemoni dan otonomi yang keduanya berakar dari pemikiran Gramsci dan Negri. Dalam publikasi pendeknya berjudul ¿Por qué autonomía?, mereka menjelaskan posisi dan interpretasi politik mereka atas konsep otonomi.[13]

“…Lo primero, ya que la revolución no puede ser la tarea de individuos o vanguardias iluminadas, sino que, para vencer, requiere ser el esfuerzo colectivo de las grandes mayorías; y lo segundo, ya que la dominación se expresa no sólo en el aparato político y económico, sino que también en las formas como nos relacionamos, vivimos e incluso pensamos.”

Pertama, karena revolusi bukanlah hasil kerja individu-individu tertentu atau ilusi vanguardisme (kepeloporan), melainkan untuk mencapai (revolusi), mensyaratkan usaha-usaha kolektif dari mayoritas orang; yang kedua, sebab karena dominasi itu mewujud nyata tidak hanya dalam aparatur politik dan ekonomi semata, namun hadir dalam bentuk relasi-relasi, kehidupan harian dan apa yang kita pikirkan.

Alih-alih membentuk partai, Izquerda Autonoma menyandarkan dirinya pada kolektif-kolektif yang mutual dan otonom untuk membangun multitude.[14]

Kelompok terakhir adalah serikat para pelajar bertendensi anarkis dan komunis libertarian yang tergabung dalam Frente de Estudiantes Libertarios atau Front Pelajar Libertarian (FEL). Berdiri sejak 21 Mei 2003, mereka menjadi pusat perhatian setelah secara mengejutkan memenangkan pemilihan di FECh dan menghantarkan Melisa Sepuvelda presiden di tahun 2013.[15] Sepuvelda menjadi anarkis pertama yang menjadi presiden FECh setelah 90 tahun sebelumnya, setelah Abel Saavedra di tahun 1923. Ia menjadi perempuan ketiga dalam sejarah FECh yang terentang lebih dari satu abad. Dalam wawancaranya dengan Bastian Fernandez, Sepuvelda menjelaskan bagaimana posisi anarkis dalam melihat negara dan menyoal relasi kekuasaan.[16] Cara pandang Sepuvelda dan FEL yang berada di belakangnya dianggap sangat moderat dan reformis sehingga mendapat penentangan keras dari kubu anarkis insureksioner.[17]

Sepuvelda memenangkan pemilu melalui koalisi luas yang disebut Luchar (Perlawanan), sebuah front anarkis dan komunis libertarian, berhasil melampaui perolehan suara Izquerda Autonoma dan kelompok otonomis. Kemenangan tersebut menandai tiga tahun kemenangan kubu radikal kiri non-partai yang oleh Fielbaum dianggap sebagai bukti konkret melemahnya pamor Partai Komunis Chile dan para sosial demokrat pendukung Michele Bachelet di kalangan para pelajar.[18]

FEL sejak awal berdirinya mulai menunjukkan diri sebagai salah satu kekuatan politik yang harus diperhitungkan di kalangan pelajar. Sejak tahun 2003 hingga 2005, kandidat FEL memenangi pemilihan di serikat pelajar di Universidad Catolica de la Santisima Concepcion (Universitas Katholik Konsepsi Mahakudus).[19] Sebuah universitas yang terletak sekitar 500 kilometer dari ibukota Santiago ke arah selatan Chile.

Di periode 2005 dan 2006, FEL termasuk kelompok radikal yang berperan signifikan di federasi pelajar nasional CONFECH. Mereka menempatkan lima anggotanya sebagai juru bicara CONFECH selama periode protes pelajar yang kemudian dikenal sebagai Revolusi Penguin. FEL adalah salah satu faksi radikal pelajar yang menolak penandatanganan kerjasama antara CONFECH dan Kementerian Pendidikan Chile di tahun 2005.Penolakan itu terkait poin-poin kesepakatan dalam perjanjian tersebut yang dipandang FEL hanya akan menguntungkan pelajar yang mendaftar di universitas tahun akademik 2006. Perjanjian tersebut juga dianggap merugikan para pelajar yang sedang belajar di universitas yang merupakan salah satu tulang punggung protes pelajar di masa itu.[20]

 

Revolusi Penguin dan Warisan Masa Depan

Jika kita membicarakan protes pelajar universitas Chile di tahun 2011, kita tidak dapat menafikan warisan-warisan politik yang ditinggalkan oleh Revolusi Penguin yang terjadi di tahun 2006.[21] Sukses para pelajar sekolah menengah dengan seragam putih hitamnya adalah keberhasilan untuk memaksa pemerintah Chile untuk menganggarkan 200 milyar dolar untuk pendidikan dasar.

Terpilihnya Veronica Michelle Bachelet pada bulan Maret tahun itu, yang diusung oleh kalangan sosialis dan kelompok reformis Chile lainnya, ternyata mengusung paket kebijakan liberalisasi pendidikan. Seperangkat rencana undang-undang untuk memuluskan privatisasi pendidikan langsung disambut dengan protes pelajar di seantero negeri. Semuanya dimulai ketika pengumuman kenaikan biaya tes masuk universitas diumumkan pada 24 April, kelompok pelajar-pelajar sekolah menengah atas langsung membanjiri jalanan dan menyuarakan protes terkait kebijakan tersebut. Poin penolakan tersebut juga disertai dengan tuntutan radikal pelajar untuk mengupayakan abolisi terhadap warisan Pinochet dalam pendidikan Chile. Sistem yang dimaksud adalah keberadaan Ley Organica Constitucional de Ensenanza (LOCE) atau Undang-undang Organik Konstitusi tentang Pengajaran yang diberlakukan sejak tahun 1990.[22] Para demonstran juga menuntut diterbitkannya aturan mengenai pembebasan biaya transportasi bagi para pelajar serta reformasi menyeluruh terhadap kebijakan waktu sekolah yang dianggap terlalu lama.

Demonstrasi tersebut justru direspon represif oleh rezim Bachelet dengan mengerahkan polisi untuk membubarkan para pelajar. Dalam sebuah demonstrasi yang berlangsung pada 26 April 2006, polisi menangkap 47 demonstran, aksi yang memicu kemarahan yang hadir dalam bentuk solidaritas luas.[23] Pada perayaan Mayday, sebuah protes besar dari pelajar dilangsungkan di Parque Almagro, yang terletak tidak jauh dari ibukota Santiago. Aksi represif kembali terjadi dan lebih dari seribu orang demonstran ditangkap.

Tiga minggu berikutnya, protes-protes di berbagai sekolah diinisiasi oleh serikat-serikat pelajar radikal dan secara sporadis menghantam Chile. Berbagai demonstrasi dihelat secara simultan dan juru bicara para demonstran menyerukan protes tanpa henti selama pemerintah tidak memenuhi tuntutan para pelajar. Titik baliknya adalah aksi pengambil-alihan sekolah yang dilakukan para pelajar terhadap Instituto Nacional pada 19 Mei. Aksi ini memprovokasi pengambil-alihan serupa di berbagai Liceos (sekolah negeri). Para pelajar melakukan mogok, menolak partisipasi dalam proses belajar mengajar dan memilih untuk melakukan uji coba tentang demokrasi langsung (direct democracy) dan membuka panggung-panggung debat dan diskusi mengenai kondisi pendidikan.Di kota Santiago sendiri, tercatat sekitar 14 sekolah yang diambil-alih oleh pelajar. Aksi-aksi pengambialihan ini mendapatkan dukungan luas dari orang tua murid, para guru dan tenaga buruh akademik lain, termasuk kakak mereka di universitas yang tergabung dalam Federasi Nasional Pelajar Universitas Chile (FECH).[24]

Pengambil-alihan ini memaksa pemerintah Chile melalui Menteri Pendidikan, Martin Zilic, untuk melakukan negosiasi dengan perwakilan seluruh demonstran pada tanggal 29 Mei 2006.[25] Namun penjadwalan negosiasi ini tidak menghentikan aksi para pelajar untuk mengambil-alih sekolah-sekolah mereka. Keesokan hari pada 30 Mei, Serikat Pelajar Sekolah TInggi (ACES) mencatat bahwa lebih dari 250 sekolah telah sukses diduduki.[26] Terus berlangsungnya protes salah satunya dipicu oleh adalah penolakan Zilic untuk menghadiri pertemuan tersebut dan memilih mengutus Deputi Pendidikan Bidang Sekolah Tinggi untuk menemui para para pelajar. Pendelegasian ini dipandang sebagai salah satu bentuk ketidakseriusan pemerintah untuk memenuhi tuntutan demonstran.

Aksi pada di penghujung bulan Mei 2006 tersebut disambut oleh pemogokan para pelajar di beberapa kampus, termasuk Universitas Chile. Media lokal memberitakandi ibukota sendiri lebih dari satu juta pelajar ikut serta dalam gelombang protes tersebut dan sekitar 730 orang pelajar ditangkap. Jumlah peserta protes ini sekaligus menjadi catatan gelombang protes pelajar terbesar yang pernah menimpa Chile sejak jatuhnya Pinochet. Protes serupa juga berlangsung luas di daerah-daerah lain dan sering dibarengi dengan respon penuh kekerasan dari pihak keamanan.

Gelombang protes yang semakin membesar terpaksa mengharuskan Bachelet mengeluarkan tujuh poin rekomendasi yang harus disepakati oleh para demonstran.[27] Tujuh poin tersebut kemudian ditolak oleh para pelajar setelah seluruh perwakilan kelompok yang terlibat dalam protes terlibat pertemuan intensif dengan Menteri Pendidikan. Alasan bahwa pemerintah tidak memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk membiayai pendidikan, dianggap sebagai alasan yang dibuat-buat dan tidak masuk akal. Sebagai jawaban atas sikap keras kepala Bachelet, pada 5 Juni 2006, para pelajar kembali mengorganisir dan menyerukan protes di jalan-jalan. Seruan yang kemudian ditanggapi oleh serikat guru, para buruh dan pelajar universitas. Protes ini melumpuhkan lebih dari 200 sekolah dan diikuti lebih dari 12.000 demonstran.[28] Di ibukota Santiago, konsentrasi massa demonstran paling besar terdapat di Instituto Nacional dan di sekitar kampus utama Universitas Chile. Protes ini kemudian direpresi oleh aparat keamanan dan sekitar 240 orang ditangkap.Pada tanggal 9 Juni, federasi pelajar mengumumkan berakhirnya protes setelah dua hari sebelumnya, presiden Bachelet setuju untuk secara bertahap memenuhi tuntutan pelajar. Salah satu bentuk komitmennya adalah dengan pembentukan sebuah komite pendidikan yang terdiri dari perwakilan guru, tenaga administrasi, pakar pendidikan, wakil pemerintah dan perwakilan kelompok sosial lain yang dianggap berkepentingan dengan pendidikan nasional. Komite ini terdiri dari 73 orang di mana enam kursi di antaranya diserahkan kepada perwakilan dari federasi pelajar.

Dalam papernya Andrew Wolf menggarisbawahi bahwa gerakan para pelajar ini bukanlah gerakan berbasis kelas, mengingat latar belakang yang beragam dari partisipan. Revolusi Penguin juga menurutnya tidaklah mencoba untuk mengasosiasikan dirinya dengan identitas tertentu yang telah eksis sebelumnya. Namun justru mengambil jalan untuk menggunakan artikulasi politik sebagai jalan untuk meredefinisi dan menemukan bentuk identitas politik gerakan pelajar yang khas. Kesuksesan untuk mengorganisir lebih dari satu juta pelajar agar melibatkan diri dalam protes, adalah keberhasilan untuk merumuskan tema-tema politik sebagai solidaritas yang menghubungkan para pelajar atau pinguinos dari berbagai latar belakang. Karakter inilah yang dipandang Wolf membedakan Revolusi Penguin dari gerakan pelajar yang hadir sebelumnya dalam sejarah politik Chile.[29]

Meski tidak dapat dipungkiri, bahwa Revolusi Penguin 2006 dalam analisa Wolf, merupakan kelanjutan dari gerakan pelajar di tahun 2001 yang melakukan protes terkait kenaikan biaya transportasi bus. Gerakan inilah dengan kemenangannya yang memaksa Kementerian Pendidikan Chile untuk menandatangani nota kesepakatan terkait subsidi transportasi bagi pelajar.Pentingnya gerakan tahun 2001 tersebut terutama adalah pendirian Agrupacion de Centros de Alumnos Municipales de Santiago (ACAS) sebagai serikat baru yang lebih demokratis untuk menggantikan serikat lama Federacion de Estudiantes Secundarios (FES). Menggantikan sistem lama FES yang menumpuk kekuasaan di presiden serikat, ACAS menawarkan sistem asamblea (Majelis Konsensus) yang lebih demokratis dalam pengambilan keputusan.[30] Ini adalah metode di mana setiap pengambilan keputusan mesti melibatkan seluruh perwakilan serikat pelajar tingkat sekolah, yang diwakili oleh presiden serikat atau juru bicara yang telah ditentukan. Hal ini dilewati setelah seluruh perwakilan serikat pelajar menyelenggarakan diskusi di internal masing-masing untuk kemudian mengambil keputusan yang dimandatkan kepada para wakilnya. Pemilihan mengenai siapa yang akan menjadi empat juru bicara umum dalam ACAS juga ditentukan secara demokratis dengan memastikan keterlibatan dari setiap anggota serikat sekolah. Keempat juru bicara tersebut diberikan mandat penuh namun terbatas untuk bernegosiasi dengan pemerintah. Sebagai perwakilan suara ACAS, mereka tidak bisa mengambil keputusan atas nama pelajar tanpa melakukan konsultasi kepada seluruh perwakilan terlebih dahulu. Proses ini cenderung rumit dan berliku, namun dibuktikan ampuh untuk mencegah oportunisme elit serikat pelajar.

Metode inilah yang menjadi senjata gerakan pelajar Chile untuk menjaga efisiensi dan efektifitas protes mereka. Pengambil-alihan sekolah-sekolah tidak semata-semata digunakan sebagai strategi politik menekan pemerintah, tapi juga sebagai ruang praktek demokrasi langsung dalam perdebatan dan perumusan kesepakatan di setiap sekolah. Serikat-serikat pelajar mengartikulasi perbedaan dan kesamaan cita-cita politik mereka melalui inisiasi praktek-praktek otonom dalam bentuk demokrasi langsung.[31] Pengambilalihan menjadi penting karena merupakan panggung sosial politik bagi para aktifis pelajar untuk kemudian mengasah praktik-praktik desentralis yang menegasikan metode representatif permanen dalam tradisi kelompok Marxis-Leninis.

==oOo==

[1] Telesur, “Chile to Have Free Higher Education by 2016”, Telesur, 4 Desember 2014, diakases 3 Maret 2015http://www.telesurtv.net/english/news/Chile-to-Have-Free-Higher-Education-by-2016-20141204-0049.html

[2] Javiera Quiroga, “Chile Congress Passes Tax Bill to Finance Free Education”, Bloomberg Business, 11 September 2014, diakses 3 Maret 2015, http://www.bloomberg.com/news/articles/2014-09-11/chile-congress-passes-corporate-tax-rise-to-narrow-inequality

[3] Universidad de Chile sejak berdiri di tahun 1842, menjadi pusat dan saksi sejarah radikalisme di kalangan pelajar Chile. Universitas ini juga menjadi pusat gelombang gerakan pelajar Chile sejak tahun 2010 hingga hari ini. Lebih lanjut lihat http://es.wikipedia.org/wiki/Universidad_de_Chile

[4] Pengertian ‘sayap kiri’ ini merupakan generalisasi untuk menyebutkan ragam tendensi politik Marxisme dan anarkisme.

[5]FECh berdiri sejak tahun 1906. Di Indonesia, FECh dapat diasosiasikan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat universitas.

[6] Democracia Cristiana Universitaria (DCU) adalah serikat pelajar di beberapa universitas di Chile, berdiri pada 1957 dan berafiliasi dengan Juventud Demócrata Cristiana de Chile (Pemuda Kristen Demokratik Chile). Lebih lanjut silahkan lihat http://es.wikipedia.org/wiki/Democracia_Cristiana_Universitaria

[7]Alejandara Carmona, “La arriesgada apuesta del PC”, El Mostrador. 15 November 2011, diakses 1 Mei 2015. http://www.elmostrador.cl/noticias/pais/2011/11/15/la-arriesgada-apuesta-del-pc/

[8] Luis Thielemann H, Para Una Periodification del Movimiento Estudiantel de la Transicion (1987-2011). (Santiago: Autoformacion Izquerda Autonoma, 2011)

[9] Kelompok ini berafiliasi dengan Partido Socialisa de Chile (PSC), partai sosialis yang berhaluan sosial democrat.

[10]Latercera, “Boric y los heredes de la surda”, Latercera, 17 Desember 2011, diakses 1 Mei 2015 http://diario.latercera.com/2011/12/17/01/contenido/reportajes/25-94241-9-boric-y-los-herederos-de-la-surda.shtml

[11] Leonardo Nunez, “Dirigente admite que existe un contrato entre la FECh y un pre universitario”, Emol, 8 Agustus 2011, diakses 1 Mei 2015. http://www.emol.com/noticias/nacional/2011/08/08/496870/dirigente-admite-que-existe-un-contrato-entre-la-fech-y-un-preuniversitario.html

[12] The Clinic Online “Fech termina contrato con preuniversitario que usaba su nombre”, The Clinic, 23 Januari 2011, diakses 1 Mei 2015. http://www.theclinic.cl/2012/01/23/fech-termina-contrato-con-preuniversitario-que-usaba-su-nombre/

[13]Izquerda Autonoma, “¿Por qué autonomía?” Izquerda Autonoma, 3 Maret 2011 diakses 1 Mei 2015http://www.izquierdaautonoma.cl/por-que-autonomia/

[14] Michael Hardt dan Antonio Negri. Multitude: War and Democracy in the Age of Empire. (London: Penguin Books, 2005)

[15] FEl, “Historia del FEL: El proceso de construccion inicial del FEL”, FEL, 2 Februari 2013, diakses 1 Mei 2015. http://fel-chile.org/historia-del-fel/

[16] Bastian Fernandez, “Utopia Tanpa Senjata Mellisa Sepuvelda: Kredo Kaum Anarkis Zaman Ini” Sastra Alibi: Kepustakaan Sastra Amerika Latin dan Iberia dalam Pandangan Seorang Indonesia terj. Ronny Agustinus. 26 November 2013, diakses 1 Mei 2015 http://sastraalibi.blogspot.com/2013/11/utopia-tanpa-senjata-melissa-sepulveda_26.html

[17]325, “Santiago: Phoenix Project #8 – Action with incendiary/explosive device against a Board of Elections office and in solidarity with Monica Caballero and Francisco Solar (Chile)”, 325. 1 Desember 202013, diakses 1 Mei 2015 http://325.nostate.net/?p=9256

[18] Katie Steefel dan Clemence Douchet-Lortet, “New U de Chile leader for free education, against all parties”, The Santiago Times. 13 November 2013, diakses 1 Mei 2015 http://santiagotimes.cl/new-u-de-chile-leader-free-education-parties/

[19] FeLino de la UCSC. “Respuesta al companero del articulo sobre el FeL ECSC”, IndyMedia. 9 Desember 2005, diakses 1 Mei 2015.http://chilesur.indymedia.org/en/2005/12/3443.shtml

[20] FeL Chile. “Declaracion de FEL Chile ante acuerdo Mineduc-CONFECH y la proyeccion de las luchas estudiantiles”. IndyMedia. 5 Oktober 2005, diakses 1 Mei 2015 http://chilesur.indymedia.org/en/2005/12/3443.shtml

[21] Monte Reel. “Chile’s Student Activists: A Course in Democracy”, Washington Post. 25 November 2006, diakses 2 Mei 2015. http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2006/11/24/AR2006112401362.html

[22] Lebih lanjut silahkan baca http://es.wikipedia.org/wiki/Ley_Org%C3%A1nica_Constitucional_de_Ense%C3%B1anza

[23] Samantha Shain. “Chilean high school students strike, win education reform, ‘Penguin Revolution,” 2006”. Global Nonviolent Action Database. 9 Desember 2012, diakses 1 Mei 2015. http://nvdatabase.swarthmore.edu/content/chilean-high-school-students-strike-win-education-reform-penguin-revolution-2006

[24] Cooperativa. “Alumnos del Instituto Nacional depusieron toma pero comezaron un paro”, Cooperativa. 22 Mei 2006, diakses 2 Mei 2015. http://www.cooperativa.cl/noticias/site/artic/20060522/pags/20060522102944.html

[25] La Tercera. “Zilic ze abre a negociar con liceos movilizados”, La Tercera. 25 Mei 2006, diakses 3 Mei 2015. http://www.tercera.cl/medio/articulo/0,0,3255_5666_212470618,00.html

[26]El Mercurio Online. “250 establecimientos se pliegan a paro nacional, segun asamblea”, El Mercurio. 30 May 2006, diakses 3 Mei 2015. http://www.emol.com/noticias/nacional/2006/05/30/220641/250-establecimientos-se-pliegan-a-paro-nacional-segun-asamblea.html

[27] Shain, Global Non Violent Action Database, op cit.

[28] El Mercurio Online. “MINUTO A MINUTO: Paro nacional convocado por estudiantes”, El Mercurio, 5 Juni 2006, diakses 5 Mei 2015 http://www.emol.com/noticias/nacional/2006/06/05/221151/minuto-a-minuto-paro-nacional-convocado-por-estudiantes.html

[29] Andre Wolf. Articulating the Movement: A Discourse Analysis of the Pinguino Student Movement in Chile, (Washington: WRLC, Spring 2009)

[30] Wolf, Articulating the Movement. Op.cit

[31]Abigail K. Hall. “The Penguins’ Revolution: An Analysis of Student Response to the Multi-Dimensional Chilean Educational Crisis.” (Maine: Undergraduate honors thesis, Colby College, 2008).