Rindu 0.00

at night when the stars light up my room I sit by myself
talking to the moon, try to get to you
in hopes you’re on the other side talking to me too
or am I a fool who sits alone talking to the moon

–Bruno Mars, Talking To The Moon

Beberapa hari ini, aku berupaya menyangkal. Menghindari rasa yang muncul dalam hatiku bahwa sebenarnya aku merindukanmu.

Sangat.

Entah kenapa, perasaan itu begitu saja datang dan membuatku sulit konsentrasi. Saat bentuk wajahmu datang lalu membuatku merasa ada yang hilang hari-hari belakangan ini. Hari-hari yang terus menerus ku isi dengan botol-botol bir dan berharap bahwa sebenarnya aku hanya terbawa suasana lagu-lagu yang sedang ku dengarkan. Sembari mengandaikan, aku juga mulai belajar untuk meyakini bahwa kau di sana sedang bahagia, menjalani hari-hari mu seperti biasa dan telah melupakan bahwa aku pernah ada. Aku mencoba untuk membayangkan bahwa semua detik dan detak yang kau jalani setelah kepergianku telah berhasil menghapus seutuhnya bayangan wajahku. Bahwa pertemuan yang selintas saja tidak akan cukup membuatku untuk menahan kenangan tentang diriku di salah satu bagian dari memorimu.

Semuanya makin sempurna ketika berkali-kali ku lihat tak ada pesan darimu. Semakin meyakinkan diriku bahwa sebenarnya rindu ini hanyalah sebuah hubungan monolog yang berputar di sekeliling keinginan pribadiku. Bahwa sebenarnya sejak sekarang, aku mesti harus mulai menyadari bahwa aku adalah yang paling menginginkanmu.

Namun tidak sebaliknya.

Bahwa sejak awal, relasi ini hanyalah sesuatu yang sederhana. Akulah yang bersalah karena telah dengan berani membuat sesuatu yang sederhana menjadi lebih kompleks. Hal yang jelas bertentangan dengan apa yang pernah ku yakini di masa lalu. Bahwa pemaksaan hanya akan berujung pada pemberontakan dan ketidakacuhan. Dan kini aku benar merasakan itu.

Aku dengan sangat bodoh telah membuat sebuah bayangan yang kemudian ku hidupi seakan itu adalah realita yang sebenarnya. Meski sebenarnya jauh di sudut kecil hati, aku mengerti bahwa semuanya hanya sebuah imaji yang ku dapatkan dari gambaran imaji-imaji ilutif di sekitarku yang membuatku berada di dalam labirin rasa yang semu. Semu!

3 comments on “Rindu 0.00Add yours →

Comments are closed. You can not add new comments.

    1. Maksudnya? Nda jelas ngana pe maksud apa. Lagipula, qta blum kase ijin ngana so muat di ngana pe media.

      Qta minta tu tulisan kase turun. Qta nyanda kase ijin for ngana posting di ngana pe media.

      Nyanda semua tulisan di blog ini for diposting ulang di media laeng. Ini blog pribadi. Klo blom dapa ijin, kyapa langsung posting?