Surat Untuk Hujan #10

Entah kenapa. Apa mungkin karena pengaruh botol-botol bir yang ku teguk barusan, atau karena kini aku memaksa diri untuk melanjutkan dengan brandy Regency yang masih tersisa di kamar. Yang jelas, aku merasa rindu.

Rindu kepada semua orang yang pernah membuat aku berbangga dengan masa lalu, dengan mereka yang pernah membagi ilmu dan mendidik seorang bebal dan keras kepala seperti diriku, dan tentu saja dengan dirimu.

Bahkan secara sengaja, aku terus memutar kembali single dari Secondhand Serenade “Your Call” tanpa pernah berniat menggantinya. Lagu ini ku temukan kembali setelah membongkar koleksi lagu di external hardisk yang cukup lama tak ku sentuh. Dan bayangan tentang wajah tirus milikmu yang menahan sakit namun tetap tersenyum, kembali datang.

Kembali menawarkan rasa yang ku pikir telah hangus harusnya. Tapi tidak ternyata. Aku masih merindukanmu. Sungguh.