Bikini, Skizofrenia dan Tabrakan

Nama Novie Amalia kini menjulang populer. Sayang itu bukan karena prestasi positif yang diukir. Sebaliknya, nama ini menyeruak ke ruang publik pasca kasus tabrakan yang terjadi di jalan Gadjah Mada, Jakarta Barat pada Kamis (11/10/2012). Hal sensasional lain adalah kondisi perempuan yang setengah bugil ketika diringkus oleh polisi.

Perempuan ini menabrak seorang pedagang siomay, seorang tukang kopi, seorang penumpang angkot, dua orang polisi dan dua orang pengendara sepeda motor. Lalu masih ada sebuah mikrolet M12 jurusan Senen-Kota yang ikut jadi korban.

Rute tabrakan juga tergolong panjang. Honda Jazz berwarna merah ini melaju dari arah Kota sebelum memulai gelombang tabrakan pertama yang terjadi di daerah Ketapang. Rentetan tabrakan berikut berlangsung di Olimo. Aksi ugal-ugalan ini akhirnya berakhir di lampu merah Olimo.

Di sinilah semua cerita heboh itu dimulai.

Ketika dihentikan, Novie hanya mengenakan bra dan celana dalam. Ia juga meraung-raung sehingga awalnya diduga sedang berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang. Tes urin dilakukan dengan mengajak Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk bekerja sama. Hasilnya positif. Perempuan cantik ini menggunakan narkoba jenis ineks.

Tapi soal lain muncul.

Undang-undang menegaskan bahwa seseorang yang hanya menggunakan ekstasi belum dapat ditahan. Polisi hanya memiliki waktu 7×24 jam untuk mendapatkan bukti kepemilikan obat-obatan yang dimaksud. Tindak lanjut dimulai dengan cara melakukan penggeledahan apartemen Novie yang terletak di Apartemen Sudirman Park, Tower A Lantai 18. Aksi ini berlangsung pada Jumat (12/10/2012). Hasilnya nihil. Tidak ada satupun bukti yang dapat mengindikasikan bahwa model salah satu majalah dewasa ini menyimpan barang tersebut.

Dugaan berikut muncul: gangguan jiwa.

Perempuan yang merupakan bungsu dari enam bersaudara ini kemudian dirujuk ke RS Polri Bhayangkara, Kramat Jati, untuk diperiksa lebih lanjut. Hasilnya juga negatif. Perempuan ini tidak mengalami gangguan jiwa atau mental. Tim dokter menilai, emosi Novie berada dalam kondisi stabil. Peristiwa kemarin hanya karena perempuan itu mengkonsumsi narkoba dan minuman keras.

Chris Sam Siwu, pengacara terdakwa mengatakan kepada pers kalau kliennya mengalami gangguan psikologis skizofrenia.

Penyakit ini membuat penderitanya mengalami perubahan dalam cara berpikir, bersikap dan merespon lingkungan sekitar. Akibatnya, penderita skizofrenia akan mengalami ketakutan berlebihan terhadap hal-hal tertentu.

Tentang narkoba, Chris juga membela Novie. Ia menganggap kliennya adalah korban sepanjang polisi masih belum bisa membuktikan adanya bukti kepemilikan narkoba. Chris bahkan berspekulasi bahwa ada seseorang yang dengan sengaja mencampur minuman Novie dengan ekstasi jenis ineks.

Bagaimanapun, Novie mesti bersiap. Pasal berlapis tengah disiapkan untuk menjerat Novie sebagai ganjaran atas aksi ugal-ugalan yang dia lakukan. Pasal 310 ayat 2, tentang kelalaian mengakibatkan korban luka ringan, pasal 283 tentang tidak bisa mengendalikan kendaraan, dan pasal 312 tentang tabrak lari.

Sekarang, waktu yang ada di Polres Tamansari mesti digunakan oleh Novie untuk melakukan kontemplasi. Bahwa setiap tindakan yang diambil akan memiliki konsekuensi. Soal berikut adalah bagaimana menghadapinya.