Giroth Wuntu

kita bukan lagi sekedar kawan
hanya karena sesama penjahit kata
sejak hangatnya senyum kau beri
di jumpa pertama

kita bukan lagi sekedar teman
hanya karena kopi, rokok dan kisah
sejak jejak perih kau bagi
di jumpa kedua

kita bukan sekedar sahabat
hanya karena tunggu dan harap
ganti ku beri janji kembali
di jumpa terakhir

kita memang segalanya
kawan, teman, dan sahabat

hanya saja aku lupa pulang
saat aku telah sanggup kini
menjadi lawan tandingmu

 

(Alm) Giroth Wuntu adalah Ketua DPRD Minahasa sekaligus Ketua Front Nasional Sulawesi Utara Tengah ketika terjadi kisruh politik 1 Oktober 1965. Pernah dipenjarakan tanpa melalui proses peradilan. Hidup terasing karena stigma komunis yang diberikan rezim dan lingkungan. Menghabiskan waktu hanya di sebuah rumah kecil dengan ditemani oleh seorang keponakan. Beliau juga adalah salah seorang anggota Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA) provinsi Sulawesi Utara Tengah, penulis novel “Perang Tondano”, beberapa novelet seperti “Towo Waya” dan masih banyak yang lain. Hingga meninggalnya, beliau adalah seorang pekerja seni yang produktif dan konsisten sekaligus kawan yang baik serta lawan diskusi yang hangat.

Andre Barahamin