Dua Puisi Percakapan

-perempuan itu menulis untuk ku

siapakah kamu

yang datang berhembus seperti angin
bangunkan rasa kekanak-kanakanku
berjingkrak mendapatkan sebuah kado

setelah hari itu
seperti gadis kecil yang bertemu dengan kekasihnya
mencoba mengingat semua ungkapan
setiap kata yang terucapkan
semua terdengar sangat normal
sangat manusiawi

tapi yang normal dan manusiawi itu
sangat bermakna, bersahaja,
semua menyiratkan kedalaman rasa
dan tinggallah aku dengan perasaanku yang kekanak-kanakanku ini
menunggu
kapan aku bisa duduk di sampingmu
menatap mata dan hatimu
mengungkap semua misteri kata

dan aku menjawab

siapakah aku?

di sela jalan alir angin
mencoba pergi di detik ingin
lalu bertelut di riang rindu

setelah malam itu
ku temu gadis kecil seorang diri
dalam ingatan cambuk tentang kenang
semua yang lahir berupa kata
menjadi biasa
menjadi aku dakam dirinya

selalu yang biasa itu bermakna
sederhana seperti pelangi di letup warna
di sambut riuh rasa membiru haru
dan gadis kecil itu kini menanti
tanpa haru yang lebam membiru

kapan dia di sampingku?
menggenggam mata, mencium hati
bersama membongkar semua rahasia