Surat Untuk Tuhan

Tuhan, nyeri itu datang lagi
Hinggap sampai di ujung kaki
Mungkin kelelahan lembur semalam
Tapi tak mungkin aku berhenti,

Bagaimana dengan baju baru?
Pesanan buyung kecil semata wayang
Yang kini mendengkur pelan

Apalagi beras di gentong
Sudah kosong melompong
Belum lagi kopi pahit yang kuteguk barusan
Karena tak ada lagi gula sebagai teman,

Tuhan
Apa kau punya uang?

Yang mungkin bisa kupinjam dulu
Janji kulunasi gajian nanti
Karena upah selalu tak kunjung cukup
Untuk bayar hutang di warung
Atau sekedar jajan penganan ringan
Pengganjal perut seharian