NEW PIECES

Membunuh Anak-anak Muda Papua

Tanpa pembatasan peran dan kekuatan terhadap aparat keamanan di Papua -wilayah Indonesia paling bermasalah, akan lebih banyak anak-anak muda Papua terbunuh dan kasus-kasus seperti Pembunuhan Paniai akan tetap tidak terselesaikan. Baca selengkapnya…

Dek Nadya, Maaf. Akhir Pekan Ini Kita Batal Kencan Ya?

Besok lusa, daftar ini akan semakin bertambah panjang dan Dek Nadya tidak perlu kaget. Karena menurut catatan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), sepanjang tahun 2016 kemarin, terjadi 450 kasus konflik agraria. Dari ragam lapangan konflik, sektor perkebunan menjadi yang paling bermasalah dengam 163 kasus (36,22%). Menyusul kemudian sektor properti dengan total 117 konflik (26%) dan sektor infrastruktur melengkapi tiga besar dengan 100 kasus (22,22%). Di perkebunan, industri kelapa sawit jadi biang paling kerok. Kalau untuk soal properti, pembangunan infrastruktur seperti jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung, pembangunan dam di Jatigede dan penggusuran di kota Jakarta adalah sedikit contoh. Baca selengkapnya…

Mencekik Marind-Anim

Banyak yang tidak tahu bahwa KORINDO telah memiliki izin penebangan di bagian utara Merauke sejak tahun 1993 dan memulai perkebunan kelapa sawit sejak tahun 1998. Salah satu anak perusahaan KORINDO, PT Dongin Prabhawa yang memiliki luas perkebunan kelapa sawit 40.000 hektar bahkan mengumumkan rencana untuk mengimpor bibit dari Papua New Guinea di tahun 2011. Mereka juga berkomitmen untuk meluaskan penanaman hingga 5000 hektar setiap tahun. Hasil investigasi PUSAKA menemukan bahwa kelapa sawit yang ditanam oleh Korindo ditargetkan untuk pasar agrofuel dan bukan untuk kebutuhan industri makanan. Baca selengkapnya…

Papua, Sepak Bola dan Rasialisme: Upaya Interuptif Revolusioner

Dan sepak bola, memainkan peran penting dalam membentuk dan memperkuat indera identitas ke-Melanesia-an tersebut di seantero tanah Papua. Permainan ini dan kehadiran entitas seperti Persipura mampu menyediakan ruang bagi orang-orang Papua untuk mengekspresikan protes dalam formasi yang berbeda tanpa harus kehilangan esensi. Baca selengkapnya…

Taufiq Ismail Menyelamatkan Kita dari Bahaya Laten Lagu Wajib

Melarang lagu “Padamu Negeri” hanya permukaan. Yang gagal dipahami orang banyak adalah, Opa Taufiq sedang ingin meredam pengaruh buruk dari Kusbini, si pencipta lagu. Tentu tak banyak orang yang tahu bahwa Kusbini adalah aktivis radikal pendukung Soekarno yang karya terakhirnya adalah himne “The New Emerging Forces” di tahun 1965. Jauh sebelumnya, musisi keroncong ini juga diketahui menggubah “NASAKOM”. Baca selengkapnya…

To Kill Papuan Youth

Unless the role and power of security forces is limited in Indonesia’s troubled Papua region, more young locals will end up dead and cases like the Paniai killings will remain unsolved. Read more