NEW PIECES

Gol Yang Dicetak Boaz

Gol yang dicetak Boaz adalah gol di bulan Desember. Di antara perayaan 55 tahun kemerdekaan yang terlarang dan anak-anak Paniai yang tumbang di ujung senapan. Gol yang dicetak Boaz membantu satu kaki timnas berada di final. Sementara handai taulannya di Papua ditangkap, dipukuli, dipenjara bahkan dibunuh hanya karena ingin merdeka. Gol yang dicetak Boaz adalah gol penentu kemenangan. Memberikan Indonesia kebanggaan setelah hampir setengah abad mengencingi Papua. Gol yang dicetak Boaz adalah keriangan dari Sabang sampai Ternate. Karena dari Misool sampai Merauke, orang Papua sedang berjuang agar tidak punah sebelum merdeka. Baca selengkapnya…

 

Di Belakang Hotel

Babi itu hewan surga. Dibikin apa saja enak. Dagingnya adalah ekstase. Lemaknya adalah cara berjumpa dengan pencipta. Apalagi jika Rahung Nasution yang memasaknya untukmu. Setiap gigitannya akan membuatmu terasa sedang menjalani bulan madu. Hanya saja abadi. Membekas dan merampas kesadaran. Lalu kau terbayang dan mencari jalan untuk kembali. Dan Thailand, menemukan salah satu cara terbaik menyajikan daging babi di rimba tropis. Cepat dan tangkas. Jenis fast food yang bisa kau gunakan untuk melecehkan KFC dan sejenisnya secara brutal dan terus menerus. Baca selengkapnya…

 

Bara Api di Arakan: Sebuah Pengantar

Konflik antar etnis di Myanmar memang sudah terentang jauh sebelum ini. Tidak hanya Rohingya, namun kelompok lain seperti Shan dan Kachin juga mengalami nasib yang kurang lebih hampir sama naasnya. Ketika Burma diganti Myanmar oleh junta militer, umat non-Buddhis menjadi sasaran diskriminasi. Terutama setelah militer menetapkan bahwa agama resmi yang diakui negara adalah Buddhisme. Keputusan ini dipertanyakan oleh etnis Karen, Chin dan Kachin yang mayoritas beragama Kristen, serta Rohingya yang beragama Islam. Baca selengkapnya…

 

Adios Maestro! Selamat Hari Guru!

Faktanya, banyak hal buruk terjadi di sekitar kita bukan karena banyak orang baik berdiam diri seperti kata pendiri Indonesia Mengajar. Sebaliknya, karena banyak orang baik yang apolitis. Orang-orang yang menolak untuk mengakui bahwa sengkarut persoalan di negeri ini adalah karena politik yang dicemari elit-elit korup, kolutif dan nepotis. Orang-orang yang hanya bisa berseru GOLPUT namun enggan mengorganisir diri ke dalam kelompok-kelompok swakelola. Meludahi praktek kotor oligarki namun terus menerus mempromosikan semangat anti-politik. Baca selengkapnya…

 

Adios, El Jefe

Pada pukul 10.29 malam, pimpinan utama revolusi Kuba, Fidel Castro Ruz, meninggal dunia.” Pengumuman itu menyapu seluruh Havana, kemudian mewabah ke seantero Kuba lalu menjadi gelombang kesedihan di berbagai belahan dunia. Dibacakan langsung oleh Raul Castro, adik kandung sekaligus kawan seperjuangan Fidel. Namun, sebab kematian tidak disebutkan. Jalan-jalan di Kuba senyap. Tapi di Miami, banyak orang bergembira sembari mengibarkan bendera Kuba. Baca selengkapnya…