NEW PIECES

Membicarakan Thukul, Melampaui Istirahatlah Kata-kata

Yosep Anggi Noen dan Yulia Evina Bhara melalui filmnya ingin menuturkan kepada kita semua tentang satu periode negeri ini: ketika seorang megalomaniak paling berdarah sedang berkuasa. Jendral penuh senyum pemimpin rezim yang dapat meremukkan manusia hingga ke tulang-tulang. Mengisolasi, menjauhkan dan mengasingkan seseorang hingga pemberontakan yang paling mungkin terhadap itu adalah: bertahan tetap waras. Inilah pesan utama dari film ini menurut saya. Bahwa ketakutan, kesepian dan keterasingan yang diciptakan penguasa dapat dilawan. Baca selengkapnya…

Merahnya Merah Wiji Thukul

Maret tahun depan, Wiji Thukul akan genap dua dekade hilang. Hingga kini, meski kini pemimpin rezim telah berganti ke orang sekampung, kabarnya tak kunjung jelas. Mungkin akan terus begitu. Tiga puluh tahun setelah itu, berarti akan setengah abad. Dan ini adalah masa di mana hilangnya seseorang bukan lagi berita tapi budaya. Ketika itu, anak saya, anak Anda, beserta sebayanya akan memasang lilin di rumah-rumah bertirai ketakutan dan berbagi cerita tentang Indonesia: negeri yang mendiamkan tentara memangsa orang tua mereka. Baca selengkapnya…

Tesis-tesis Mengenang Mark Fisher

Capitalist Realism sebenarnya adalah salah satu bacaan yang cocok untuk gerakan pelajar, terutama yang berada di kota-kota besar. Hal ini tidak lepas dari kenyataan historis bahwa untuk menguatkan tesisnya, Fisher menyodorkan contoh dari perguruan-perguruan tinggi di mana tingkat stress yang berujung pada gangguan jiwa, perasaan tidak aman yang konstan, melenyapnya kompetisi hingga birokratisme hadir dalam bentuk yang paling vulgar. Baca selengkapnya…

Merindukan Gus Dur

Salah satu praktik semasa hidup yang sekaligus menjadi teladan Karl Marx yang paling sukar dicontoh adalah: sikap ilmiah. Implikasinya berupa keharusan menjaga sikap logis, holistik dan kritis di saat yang bersamaan. Posisi ini tidak memberi ruang bagi dengan irasionalitas, pendivisian dan fetisisme ilmu pengetahuan serta argumentasi-argumentasi yang didasarkan pada dogma. Baca selengkapnya…

Hiphop dan Hal-hal Yang Tidak Akan Dimengerti Martin Suryajaya

Interpretasi yang unik terhadap ideologi-ideologi tersebut membuat Ucok menjadi sangat berbeda dengan kebanyakan penulis musik di Indonesia yang kering dan tampak mirip satu dengan yang lain. Ia jelas memiliki cara bertutur yang khas. Dalam “Setelah Boombox Usai Menyalak” saya menemukan dengan jelas hal tersebut. Keunikan tersebut dipadu dengan pilihannya untuk menulis secara kronik dan tidak luput mengurai soal iven-iven sosial di seputaran musisi, lagu atau sebuah album. Baca selengkapnya…